KITA ADALAH ENERGI UNTUK SEKELILING KITA (bagian dua)


 

Aku, seorang kecil, yang mempunyai cita-cita besar. Mungkin saja baterai kecil itu lebih senang dipakai dalam sebuah mikrofon yang dipakai seorang diva terkenal dunia, daripada hanya di dalam sebuah remote control yang dipakai oleh satu keluarga, yang sama sekali tidak terkenal -keluarga biasa saja. Tetapi baterai kecil itu tetap menjalankan fungsinya secara maksimal. Dia berikan energinya itu, 100 persen, agar seluruh anggota keluarga bisa menggunakannya.

 

Aku pun pernah merasa, ingin melakukan hal-hal –yang menurutku besar; menulis film yang memenangkan piala OSCAR. Aku harus menempuh segala cara agar tujuan hidupku ini tercapai. Hanya saja? Aku sekarang –menurutku, sedang tidak berjalan menuju ke sana. Aku hanya melakukan pekerjaan kecil, yang –mungkin, tidak mendukung tujuan hidupku menjadi penulis film. Namun berangkat dari perenungan diriku tentang baterai kecil itu, aku makin mantap. Sebenarnya aku sudah mantap sejak waktu lalu, hanya kali ini, melalui perenungan ini, aku makin yakin.

 

Sebuah pilihan telah aku tuju. Aku menjalankan sebuah pekerjaan, yang mungkin kecil. Tapi buatku, ini tidak penting lagi ; apakah ini kecil atau tidak, mendukung impianku atau tidak. Aku sudah berdoa, dan meyakini semua, bahwa aku sudah mendapatkan semua yang aku impikan.

 

Waktu kita berdoa, kita harus percaya, kita akan mendapatkan. Bukan memaksa Tuhan, tetapi PERCAYA kepada PENCIPTA kita, DIA akan memberikan yang terbaik. Maka, tidak penting lagi buat kita, apakah kita segera mendapat atau tidak, apakah kita butuh waktu lama untuk mendapatkannya atau tidak. Ketika kita SUDAH PERCAYA SEPENUHNYA, kita akan lega dan bisa menjalani hidup tanpa beban. Tanpa harus berpikir, kapan ya?… kapan ya, aku akan mendapatkannya?….

 

KITA SUDAH PERCAYA bahwa YANG TERBAIK akan kita dapatkan dari SANG PENCIPTA, jadi apakah itu sesuai keinginan kita atau tidak, itu juga tidaklah berarti lagi. Sekarang yang mesti kita lakukan adalah, kita menjalankan fungsi, seperti baterai itu menjalankan fungsinya. Kita berikan energi kita, dimana kita berada. Di pekerjaan kita, profesi, karier, kerya-karya kita, keluarga, kekasih, sahabat, murid, bos, atasan, rekan kerja, klien, pegawai kita, pembantu, siapa saja…. kita lakukan yang terbaik.

 

Sudahkah kita menjadi energi buat orang-orang sekliling kita?

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s