KITA ADALAH ENERGI UNTUK SEKELILING KITA (bagian satu)


 

Rencanaku menonton DVD player kemarin menjadi batal. Kekesalan terbersit, waktu melihat remote control DVD player-ku itu sepertinya habis dan tidak bisa lagi dipakai. Aku butuh tombol-tombol untuk memilih menu, dan itu hanya ada di remote itu. Tentu saja aku tidak bisa memakainya dan rencanaku nonton menjadi batal. Aku buka remote itu dan berisi 2 batang baterai kecil jenis A3. Hanya gara-gara baterai kecil ini saja, aku batal menonton film-film kesukaanku. Betapa penting baterai itu sebagai sumber energi untuk remote control ini menjalankan fungsinya.

 

Fungsi?Aku teringat sesuatu.

Wait. Baterai? Baterai kecil? Sumber energi? 

 

YUP! Baterai sekecil itu adalah sumber energi untuk menjalankan fungsinya.

 

How about me?

Aku menyadari diriku sama seperti baterai itu. Kecil.

Seorang yang biasa saja yang kecil, yang tidak terlihat -seperti baterai dalam remote control itu.

 

Baterai kecil itu penting, meskipun tidak terlihat. Meskipun juga dia hanya bagian terkecil dari DVD player. Sebuah DVD player yang tersambung dengan TV 14 inch, dalam sebuah rumah kontrakan kecil. Rumah sebuah keluarga, di salah satu gang kecil, dalam satu wilayah kecil, di salah satu kota di negeri ini.

 

Namun baterai itu dibutuhkan oleh semua anggota keluarga untuk menjalankan fungsi remote control itu. Semua anggota keluarga akan bisa memutar film-film kesukaan, dengan bebas memilih menu melalui tombol-tombolnya.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s