Berdamai dengan Petir


Sejak kecil, aku tak suka petir
Saat dia datang, aku selalu khawatir
Mungkin ada pula rasa getir
Sedih, tangis hingga satire
Cerita-cerita yang selalu hadir
Bahagia menjadi sekadar selir
Damai hanya di balik kelir
Datanglah Sang Maha hadir
Biar cintaku tak hanya seujung bulir
Kesejatiannya tak cuma sebutir
Biar sejuknya bersama angin mendesir
Jejak-jejaknya membekas di pasir
Dia, aku dan bahagia Sang Maha hadir
Kuusahakan berdamai dengan suara petir

Justru


Terkadang sedih bisa datang
Justru saat kita sedang berbahagia
Terkadang sedih bisa datang
Justru saat kita sedang berbahagia
Terkadang sedih bisa datang
Justru saat kita sedang berbahagia
Terkadang sedih bisa datang
Justru saat kita sedang berbahagia
Terkadang
Sedih
Bisa
Datang
Justru saat rusuh

Sedang bahagia datang saat bahaya

Sedang kita rasakan bahagia

Justru saat sedih

Justru
Sedihlah
Bahagia

Terkadang bahagia bisa datang
Justru saat kita sedih

Leleh


Ku meleleh
Ku meleleh
Ku meleleh
Ku meleleh
Ku meleleh
Ku meleleh
Ku meleleh
Ku meleleh
Ku meleleh
Ku me
leleh
Ku
me
le
leh
Ku
me
le
l
e

h
.

Ku
le

leh

Hei
!

Leleh
ku
Kare
na
Mu
KarenaMu
mele
lehkan
kami dalam
lelehan cintaMu
Leleh le
leh
Tak
le
lah
ka
mi
le
le

h
.

Tawa


Tertawa tertawa
Tertawa tertawa
Tertawa tertawa
Hatiku tertawa
Tertawa tertawa
Tertawa tertawa
Hatiku tertawan
Tawaku terawat
Terawat hatiku
Tawaku terawet
Awet tawaku
Terawat hatiku
Tawaku darimu
Tawaku darimu
Tawaku darimu
Darimu tawaku
Terima kasih
Kamu tawaku
Kamu bahagiaku

Semakin!


Semakin mencinta
Ku semakin mencinta
Semakin mencinta
Ku semakin mencinta
Semakin mencinta
Ku semakin mencinta
Semakin Kau cinta
Cintaku semakin ke kau
Kau semakin Cinta
Cintaku semakin
Kau cintaku semakin
Semakin cinta!

Telah Kauterbitkan


Kupikir, romantisme itu
Hanya ada dalam cerpen-cerpen
yang telah kutulis dan kuterbitkan
Kini kurasa sendiri: kekuatannya
Terima kasih telah menerbitkan romantisme
dengan cemerlang
Lalu menuliskannya dengan indah
Di dalam hatiku
Dan itu bukan kisah rekaan
yang hanya ada
dalam sebuah cerita pendek

Hadir


Sering ku berpikir
Siapa aku, hingga Kau tak menyingkir
Padahal ku sering mangkir
Justru saat Kau hadir

Tak pernah lelah
Kau menjaga saat ku susah payah
Tak pernah mengeluh
Meski Kau penuh peluh

Sering ku berpikir
Siapa aku, yang sering mangkir
Kesetiaanku tak pernah hadir
Ku tak pernah capai garis akhir

Kau setia di musim kering atau basah
Memberi energi baru saat ku menyerah
Tetap bersama saat ku rapuh
Memelukku erat saat kumengaduh