Lebih Dewasa? Mungkin Iya, Mungkin Juga Tidak di Semua Sisi

Pernyataan terlontar dari mulutku kepada seorang sahabat yg satu tahun lebih tidak bertemu, mungkin dia sedikit terkejut. Aku berkata, “Kamu berubah..Kamu sekarang lebih care..” dan aku bertanya, apa yang berubah dariku?”

Dia mengungkapakan, aku lebih dewasa.

Hmm,… jujur aku terkejut. Dia adalah seorang sahabat yg jujur dan selalu berbicara apa adanya tentangku. Dia dulu selalu berani mengkritikku, “Kamu childist! Kamu enggak dewasa! Kamu sudah umur segini, tapi … bla..bla..blaa…”

Aku lalu bercerita bahwa banyak hal telah aku alami 1 tahun lebih terakhir ini. Aku tahu, aku kesepian, merasa sendiri dan ditinggalkan sahabat dekatku yg kuandalkan. Aku sangat kehilangan mereka dan waktu-waktu bersama mereka. Tepatnya semua dukungan moril mereka kepadaku, sudah tidak ada lagi. Aku seakan tersudut, sepi di ruang hampa dan tertunduk tak tahu harus melangkah kemana. Pekerjaanku tiap kali aku ke gereja aku hanya bisa menangis. Satu kalimat aku bernyanyi : aku menangis, dua kalimat aku memuji : aku pilu terisak. Ini terjadi hampir setiap minggu, berturut-turut. .. Aku sungguh manusia yang sepi.

Sang KHALIK tahu itu.

Aku pun tahu, Dia tidak berkata “Kamu tidak boleh menangis, kamu harus kuat,… hapus air matamu…” Tidak. Tidak kalimat itu yang aku dengar. Dia menyapaku dengan lembut, dan berkata, “Manangislah, menangislah… keluarkan semua bebanmu, keluarkan… AKU disini, siap memelukmu, keluarkan keluh kesahmu, kesedihanmu. Aku di sini untukmu….” Dan DIA selalu meneguhkanku lewat TUTUR KATA yg aku dapat dari setiap orang yg membawakannya di altar. Proses ini berlangsung lumayan lama, dan proses itu malah membuatku kuat.

CENGENG.

Mungkin itu kata yang tepat buatku setahun lebih yang lalu, mungkin bertahun-tahun sebelumnya juga, aku pria yang cengeng, yang lemah, yang selalu kuatir akan hidupku. Hanya saja melalui proses SANG HALIK itu aku menajdi KUAT dan DIA menopang aku.
Masalah kecil aku lewati, badai besar aku terobos, hujan lebat aku terima dengan kekuatan SANG KHALIK. Proses inilah yang membuat aku bisa kuat. Aku manusia yang mungkin berbeda kini.

SAHABAT di dunia ini memang tidak selalu ada untuk kita. Mereka bisa berubah oleh waktu dan mereka bisa menjauh dari kita. Namun SANG KHALIK tetap ada untuk kita, DIA MENCINTAI KITA LEBIH DARI APAPUN.

Proses –proses yang membuatku dewasa tentu tidak mudah. Aku pun tahu, kedewasaanku juga bisa hilang, bisa luntur. Tidak semua sisi dalam hidupku juga aku hadapi dengan kedewasaanku. Namun KEDEKATAN YG INTENS KITA DENGAN SANG KHALIK AKAN MENGUBAH SEGALA-GALANYA MENJADI INDAH.

Add comment Desember 19, 2009

kejutan itu datang

11 desember 2009
Kejutan itu datang, hahaha….. kamu berhasil membuatnya, brother :)
Membahagiakan, tapi membuatku berpikir sesuatu kembali, dan itu tentang banyak hal di masa yg akan datang

Add comment Desember 19, 2009

SIAPA BUTUH BAHAGIA, BUTUH UANG ?

85571379Lewat beberapa waktu lebih lulus kuliah. Berbagi dan bertemu dengan sahabat-sahabat kampus, sebuah hal yg sangat membahagiakan. Melihat canda dan tawa mereka seperti baru memasuki kepala 20 lagi. Namun yang terpenting; cerita-cerita mereka yang paling aku tunggu. Beberapa sahabat kulihat menikmati penghasilan mereka. Sedikit nakal, melirik-lirik ponsel mereka. Yah, walaupun aku bukan orang yang melihat kesuksesan seseorang dari ponsel (terlalu picik), tapi boleh, dong, sedikit usil melihat ponsel dan sedikit usil lagi menebak-nebak berapa ya penghasilan mereka. Memang beragam sekali, apa yang sedang mereka jalani sekarang. Sahabat-sahabatku kebanyakan orang yang cerdas ;) sehingga walaupun mereka masih tergolong ‘ikut orang’ tapi mereka sangat disayang oleh atasan mereka.

Berpikir sejenak, melihat kebahagiaan sahabat-sahabatku. Penghasilan mereka yang lumayan memang telah membuat mereka bahagia. Ponsel
canggih masa kini, bisa makan di mana saja atau mungkin kendaraan yang sudah bisa dibeli dengan kocek mereka sendiri. Hmm, aku bergumam… memang membahagiakan punya penhasilan yang lumayan. Satu hal lagi yang aku pelajari, setelah melihat lebih dalam dan tidak menilai materi yang mereka punya.

Sahabat-sahabatku yang sekarang telah ‘enak’ masih saja tidak berubah. Sama menyenangkannya seperti dulu. Mereka tidak lantaran merubah penampilan menjadi mentereng ala ‘esmud’ (eksekutif muda), masih saja berbicara tentang kehidupan yang sama, tidak lalu menjadi matrialistis, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan dan moralisme. Ada
diantara mereka pun tidak terlalu puas dengan pekerjaan dengan penghasilan tinggi, tapi lebih memikirkan banyak hal yang lebih penting dan berarti. Kesimpulannya : mereka orang-orang yang tahu bagaimana harus bahagia, bukan dengan uang atau penghasilan besar semata.

Sedikit nakal lagi, tiba-tiba terpikir untuk mencari ‘kehidupan yang lebih baik’. Mungkin bisa membuatku setiap hari bisa nonton film di XXI, atau membawa keluarga jalan-jalan ke Bali, dan mengendara mobil nge-trend ala esmud, sepertinya menyenangkan. Kencan dengan gadis-gadis cantik yang kusuka, tentu bukan jadi masalah, mereka bisa ‘bahagia’ dengan
segala fasilitas yang kupunya. Aku rasa, aku mampu punya penghasilan selangit dengan segala yang ada padaku (kali ini tanduk dan taring setan-nya muncul).

UPS! Segera aku pikirkan lagi ide nakal ini. Apakah uang banyak, bisa membuatku bahagia? BELUM TENTU. Bisa saja aku menjadi lupa baca Alkitab tiap hari, lupa mendoakan keluargaku tiap hari, males ke gereja, karena mungkin lupa cara untuk menangis dan memohon-mohon sama TUHAN. Semua hal bisa aku dapatkan dengan mudah, kalau aku punya banyak
uang. Jadi ingat satu kalimat bijak : Uang bisa membeli banyak hal-hal, tapi tidak kebahagiaan.

Kebahagiaan enggak selamanya karena aku punya banyak uang. Penghasilan yang aku dapatkan dari senang-senangku tiap hari (baca: bekerja), menurut TUHAN mungkin saat ini cukup bagiku. Meski sering aku tidak bisa menabung, tapi aku selalu menikmati kebahagiaan setiap hari, karena aku memilihnya.
Memang kebahagiaan itu yang bisa membuat hanyalah diri kita. Bukan orang lain, apalagi uang. BERSYUKUR SENANTIASA dengan segala pemberian TUHAN, MEMBUATKU BAHAGIA setiap hari.

Ah, apalah gunanya punya ponsel ngetrend, nonton XXI tiap hari, tamasaya, punya mobil mentereng, kalo tiap hari aku selalu punya masalah dan enggak bahagia.

1 comment April 19, 2009

Tante Senang, Keluarga senang, Saya Tenang dan bisa Bersenang-senang

sb10069793v-001Persiapan pernikahan tante saya, kupikir-pikir membawa dampak yang baik bagi keluarga besar. Kami lebih lumayan sering bertemu dalam pertemuan yang  membahas segala sesuatu persiapan pernikahan itu. Walaupun banyak perbedaan pendapat, tapi semua tetap berjalan dengan baik. Saya juga makin senang karena makins ering bertemu dengan keluarga besar. Ada sensasi kebahgaiaan tersendiri yang saya rasakan. 

Beberapa hari lalu yang bisa membuat saya ikut bahagia: Saya melihat kebahagiaan yang sesungguhnya terpancar dari wajah tante yang akan menikah. Pancaran kebahagiaan dari wajahnya itu merasuk dalam hati saya yang paling dalam. Dia mengungkapkan rasa syukurnya pula kepada TUHAN, karena segala persiapan telah beres dan semua selalu mendapatkan jalan yang terbaik. Sebagai seorang keponakan, saya pun turut senang. Namun bukan senang biasa yang saya rasakan. Karena ada cerita lalu di balik kebahagiaan itu. 

Saya tahu, dia pernah gagal dan kecewa dalam membina rumah tangganya. Saya tahu betapa pedih dan dalam yang dia rasakan. Namun saya selalu melihat: dia sebagai seorang perempuan yang kuat. Dia sanggup menjadi seorang single parent yang luar biasa. Dengan kedua kakinya, dia mencoba membesarkan sepupuku yang cantik. Walaupun ada perasaan tidak setuju dengan perpisahannya itu, tapi makin hari saya semakin percaya: betapa kuatnya perempuan ini menghadapi semua polemik kehidupan.

Kini, saya percaya bahwa dia juga berhak mendapatkan kebahagiaan kembali. Menemukan seorang yang dia cintai dan hidup bahagia, sambil membesarkan putrinya. Saya yakin pula komitmen yang kuat itu akan membawa kebahagiaan, dan Sang KHALIK tahu dalam isi hatinya, doa dan kebahagiaan yang terus dia ucapkan. Saya juga melihat kalau keluarga besar saya turut senang. Orang tua saya juga mendukungnya dan menyerahkan segala keputusan (dalam arti kepercayaan penuh) kepada tante saya. Semua untuk kebahagiaannya.

Saya pun menjadi tenang. sebuah pelajaran hidup yang mahal sekali sebenarnya, tapi yang terpenting adalah masa kini dan masa depan yang akan dijelang. Saya juga akan belajar, bahwa pernikahan itu adalah sebuah proses sulit, yang harus dipikirkan secara serius. Jangan sampai gagal, dan harus benar-benar matang, sesuai kehendak Sang KHALIK. Yah, sepertinya saya akan melanjutkan hidup ini dengan bahagia… hubungan, komitmen dan pernikahan suatu saat akan menjadi bagian idup saya…tapi skerang sepertinya sebuah IMPIAN dulu yangs aya akan wujudkan… heheheh…. (sambil berdoa, siapa tahu di tengah meraih impian itu ada malaikat yang bisa saya hampiri… huehehehe….). Mengutip lagu OPPIE, “Hidupku sangat SEMPURNA.. I’m single and VERY HAPPY….”

Add comment April 4, 2009

RESPON-RESPON dari tulisan saya: Menikah, Pernikahan, Perselingkuhan dan Ketakutan

Tidak menyangka sebenarnya ketika saya menulis ini (-dan memang blog saya ini nyambung ke FB), mendapatkan respon yg menurut saya bagus, baik untuk saya bagikan lagi pada banyak orang. 

(tulisan saya yang direspon bisa di klik di sini)

 

Diar Listya pada 11:02 03 April
klo perceraian-nya karena KDRT, rasanya bukan keputusan yg salah,atau bahkan bodoh…
kakak-ku cerai karena KDRT dan sekarang – kami yakin – dia lbh bahagia… ;)
Christian Pramudia pada 12:01 03 April
iya sih,… tapi Diar, aku kok jadi tambah takut dg pernikahan yah? Gmn kalo aku dipukulin sama istriku ntar? Hahahaha
Diar Listya pada 12:19 03 April
kamu kan punya jurus andalan,Chiz..
muka memelasmu pasti bakal bikin dia ga tega mukulin kamu…
hehehehehe
Magdalena Pudjianto pada 12:24 03 April
kalo meman pasanganmu adalah hadiah dari Tuhan,
dia PASTI tidak akan menyakitimu, malah sebaliknya,
dia AKAN membuatmu bertambah dewasa :)
kalo kita belum pernah disakiti, bagaimana kita tahu caranya mencintai??
Shandy Gasella pada 12:45 03 April
..kita semua tau ungkapan ini “Jodoh diatur oleh Tuhan”. Jadi jika ada yang menikah, pasangannya itu pemberian Tuhan kan, karena sudah diatur oleh-Nya. Nah, kok ada pasangan yang tidak baik, melakukan kekerasan, selingkuh dan sebagainya. Lalu cerai…
Tentu kita semua jg tau dgn ungkapan ini “Tuhan membenci perceraian”. Kalau memang jodoh sudah diatur, lalu kenapa masih ada perceraian? Lalu Tuhan memberi kita pasangan yang lain…   Kalo memang Tuhan itu baik, gak akan Dia ngasih kita pasangan yang salah donk. Tuhan baik kan?

Jadi kalo seseorang mendapatkan pasangan yang tidak baik, dia bukan hadiah dari Tuhan? Wah, jahat sekali Tuhan kalau begitu.. iseng banget.

 

Flo Saiulima pada 13:52 03 April
Tuhan itu baik, n ga ada yang bisa mengubah hal itu. Masalah pasangan, benarkah pasangan kita adalah jodoh dari Tuhan? Bukankah Tuhan sudah menunjukkan kepada kita bahwa dalam mencari pasangan harus yang sepadan dalam iman n taku akan Dia?masalahnya sering kali kita yang ‘nakal’ n ga mau mengikuti petunjuk Tuhan itu, n ketika akhirnya malah cerai qt malah nylahin Tuhan…Cape bgt kan??   Makanya kenali lah baik2 pasangan qt sebelum menikah….

Selain itu, pernikahan itu adalah masalah serius, bukan hanya tentang kecocokan melainkan komitment di hadapan Tuhan. Mungkin pada awalnya terasa cocok, tapi yang namanya 2 pribadi yang berbeda pasti akan ada perbedaan pendapat n ketidak cocokan lainnnya, itu ga boleh dijadikan alasan untuk bercerai… Saat ketidakcocokan itu mulai terlihat, bawa kehadapan Tuhan melalui doa, krn hanya Tuhan yang bisa menyatukan manusia.. Pernikahan itu komitment yang harus diperjuangkan..^^

 

Flo Saiulima pada 13:55 03 April
Masalah pertengkaran, itu bukan hal yang harus ditakuti… Perpisahan n penghianatan memang suatu resiko/ tantangan yang harus dihadapi dalam memulai suatu hubungan bukan?
Sama seperti ketika kita berlari akan adal resiko untuk jatuh, dan ketika kita memulai pertemanan akan ada resiko untuk ditinggalkan… Akan tetapi ga mungkin kita berhenti berlari karena takut jatuh kan? atau berhenti berteman hanya karena takut ditinggalkan,iya kan?
So, semangat Kak An!!!hehehehe
Gbu

 

Budi Setiawan pada 16:12 03 April
Ka .. yg penting komitmen .. kalo mo nyari orang yg cocok ga bakalan ada .. 2 orang kembar identik pun pasti ada perbedaannya .. memang hidup adalah proses menuju kematangan, kedewasaan dan akhirnya kesempurnaan walaupun ga akan pernah tercapai selama di dunia .. sesuai Amsal 27:17 “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya” maka proses itumemerlukan gesekan, saling menyakiti, dll .. untuk membuktikan bahwa kita sdh matang, dewasa, dll .. seperti sekolah ada ujiannya untuk membuktikan kemampuan kita, hidup juga ada ujiannya .. yg penting tetap bersandar sama TUHAN krn “Segala perkara dapat kutanggung di dlm DIA yg memberi kekuatan kepadaku” Fil 4:13 … Jbu

   

Christian Pramudia pada 7:11 04 April
wah tidak kusangka…. respon dan masukan temen2 smua… hehhee…. trima kasih, trimkasih, sya SANGAT TERKESAN dan tentu saja SANGAT BERGUNA buat saya. Mungkjin juga banyak orang sedang mengalami hal seperti saya… hehhee… semoga juga bisa berguna. Karena semua tulisan di sini menurut saya berguna (bahkan yg iseng sekalipun -bisa menyegarkansuasana..hehehe…) Saya salin lagi khusus dalam satu NOTES… sekali lagi Trimakasih teman2.. Trima kasih juga spesial buat Om Budi… hehhee…. spertinya saya juga perlu bnyk belajar dari om ;) dan sangat terkesan akan nilai-nilai spiritual yg kental sekali bisa dibagikan pada saya… ;)

 

 

 

 

 

 

Add comment April 4, 2009

MALU AKU, MALU AKU..Padahal DIA itu SETIA, engga pernah selingkuhi aku…

83915061

 

Sering membenci lagu bernuansa selingkuh, mem blacklist lagu-lagu itu untuk diputar dan tentu saja memandang sebelah mata pada lagu itu, selalu aku lakukan. Tapi pagi ini aku tersentak dalam lamunan dan ketakutanku tentang membina hubungan pacaran, pernikahan dan rumah tangga. Wait, wait,… aku sangat takut hubungan hancur, karena aku dikecewakan, karena aku ddiduakan. Walaupun aku selalu melihat kebahagiaan dan kesetiaan dari kedua orang tuaku, tapi aku tetap merasa takut. PAGI INI aku tersentak ; hey.. Sang KHALIK jga pernah aku kecewakan, loh.. Sering bahkan..

Oh, aku malu, aku bukan hanya sering me-madu 3, bahkan 4, lima, ratusan atau ribuan kesenanganku. Aku sering selingkuhi Sang KHALIK. Padahal DIA itu SETIA, enggak pernah selingkuhi aku… Aku selalu mendapat banyak hal dari SANG KHALIK: Kesenangan, keluarga, sahabat, pekerjaan, kesedihan, pengharapan, kedukaan, semangat, lesu, sakit, kesehatan….banyak hal lain lagi…yg membawaku pada kebahagiaan kekal dalam nikmatnya cinta SANG KHALIK padaku. Tapi aku TETAP TIDAK SETIA.. Oh, aku malu… sangat malu…..

Add comment April 2, 2009

Menikah, Pernikahan, Perselingkuhan dan Ketakutan

sb10069793ai-001

Mamaku bilang, selama belum menikah, jangan terpaku pada orang yang sama terus. Buka mata lebar-lebar ke sana kemari, supaya nanti waktu menikah bosen dan enggak bakal main mata. 

Akhir-akhir ini hidupku dikelilingi oleh orang-orang yang akan mempersiapkan pernikahan. Paling dekat, tanteku yg akan menikah dengan pria kebangsaan Belanda. Aku masuk dalam jajaran panitia. Meski enggak seribet Papaku yg jadi ketua atau om, tante atau mamaku yg lebih ribet, tapi aku juga lumayan punya andil :) Benar. Smeua terasa ribet sekali, dan syukurlah hampir selesai smua persiapannya.

Orang-orang terdekat juga sedang menyiapkan rencana pernikahan dalam beberapa tahun ke depan. Saya melihat mereka begitu concern dengan kesiapan finansial atau hal-hal materi lainnya. Mungkin saya tidak terlalu tahu kesiapan mental mereka. Tapi yang jelas, saya kok jadi mikir sesuatu ya, ehm… pasti susah sekali membangun suatu keluarga. Dibutuhkan banyak energi, konsentrasi, kesabaran dan banyak sikap-sikap dewasa lainnya. kembali ke candaan mamaku, kalau sebelum menikah mesti buka mata lebar-lebar, mencari mana yang tepat dan yang paling bisa menjadi teman seumur hidup kita. Aku sampai seperempat abad ini belum memutuskan apapun siapa yang akan menjadi pendamping hidupku. Aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk aktifitas kreatif-ku, atau pemikiran-pemikiran untuk impianku dan banyak hal lain lagi yang kurang berbau ‘cinta’. Bukannya pesimis, tapi memang sulit sekali aku untuk memulai ‘lagi’. Setelah 7 tahun lalu dan benar-benar sulit untuk aku lupakan.

Sering juga akhir-akhir ini, aku malah memperhatikan sekelilingku, tentang bagaimana sebuah hubungan punya liku-liku sendiri. Dalam keadaan sudah menikahpun, sangat terbuka sekali untuk sebuah ‘hubungan’ lain. Entah itu teman biasa, teman spesial atau teman zinah di hati, di dunia maya atau bahkan di dunia nyata. Aku bukan berasal dari keluarga brokenhome. Tapi sepupuku pernah mengalami perceraian orang tua. Aku juga pernah tinggal serumah dengannya. Rasanya pedih dan menyakitkan. Aku benar-benar bisa merasakannya. Karena itulah, aku tidak pernah punya statement bahwa perceraian adalah penyelesaian yang terbaik (*mengutip para selebritas kita yang sering berkata seperti ini kalau sedang bercerai). TIDAK. Itu BODOH dan berdampak seumur hidup. Aku juga tidak terlalu tahu penyebab orangtua sepupuku itu bercerai, yang jelas apapun alasannya itu sangat menyakitkan.

Kupikir ‘PERSELINGKUHAN’ atau aku lebih suka menyebutnya ‘PERZINAHAN’ adalah penyebab rusaknya kebahagiaan sebuah keluarga. Kepercayaan dari pasangan kita akan hancur hitungan second bila tidak bisa dijaga. Jika itu terjadi dalam pernikahan, sekali lagi itu akan menyakiti anak-anak. Bagaimana jika masih pacaran?Tunangan? atau bahkan hitungan waktu akan menikah? Itulah yang aku takutkan saat ini. Aku memang belum berpacaran saat ini. Hanya saja : andaikan aku punya pacar yang selingkuh, seperti yang aku sering lihat dalam reality show di TV, aku tentu akan kecewa. Aku akan sakit hati, bahkan aku bisa tidak mau lagi berpacaran seumur hidup. Itu menyakitkan dan sungguh menyakitkan. Kalau dalam berpacaran saja, bisa melakukan itu, apalagi waktu menikah. Itu berakibat PERCERAIAN…. dan aku (sekali lagi) bisa merasakan apa yang dirasakan sepupuku ;(

Aku berjanji pada diriku sedniri, aku tidak akan sembarangan memilih teman seumur hidupku, terlebih lagi akau akan setia. Kalaupun aku sebagai lelaki masih suka ‘nakal’ (lebih baik aku akui, walaupun nanti tidak terjadi), baiklah biar saja aku akan sama-sama berkomitmen dengan kekasihku : okeh, kita belum menikah dan ini awal buat kita. Kita bebas berhubungan dengan siapa saja, tapi kita akan saling bercerita, tidak ada yang disembunyikan. Kalau saja, kita tidak cocok dan lebih pas dengan orang lain, kita akan berpisah baik-baik. Tidak ada yang disakiti, tidak ada main belakang, tidak ada sembunyi-sembunyi. Sama-sama tahu keduanya. Itu tidak akan terlalu menyakitkan.

 

Setidaknya hal inilah yang bisa aku pikirkan sekarang. Karena aku takut diselingkuhi, aku takut bercerai dan aku mau bahagia. Mungkin aku lebih memilih melajang sekian lama dan mendapat seseorang yang benar-benar pas di hati, daripada terburu-buru karena umur atau apalah….. aku tidak mau bercerai, aku tidak mau selingkuh atau diselingkuhi, kenyataan yang menyakitkan sedari awal lebih baik daripada kenyaan menyakitkan di akhir

Aku kembali dalam aktifitasku dan menyadari: fiuh…. ketakutanku kumayan berat yah,.. ini belum pacaran padahal… (atau aku sedang takut pacaran bahkan takut menikah???? entahlah…..)

200332219-001

Add comment April 1, 2009

Topeng & Seringai untuk Cinta

84748926

Membawa dan menyimpan cinta, ini adalah satu hal yg sedang aku nginkan, aku rasakan dan aku nikmati. 

Tapi, ini realitanya : Kebosanan yang melanda kala harus mengejar satu rasa bernama cinta, tresno, love. Seperti halnya mengisi hidup sendiri di kala malam. Menyanyikan senandung rindu, mengucapkan selamat pagi dan memberi semangat dalam kebahagiaan. Jalan, cara, trik dan klik yg sudah kuciptakan, tak ada tombol ON untuk bisa dimulai. Masa lalu yg dicoba untuk dicari sepertinya makin redup lampunya. apalagi 1 tahun masa pencarian, makin tak jelas rambu dan jalan layangnya. Tertunduk dan merapuh, mungkin menjadi pose saat ini. Cinta yg sudah disimpan, sekaan telah melelah, dan sudah sangat lelah melelah. Peluh dan sari keluar, bukan lagi tanpa busa dan air mata, mungkin sudah jadi genang.

 

775132691

Wajah ini sudah berpoles topeng. Topeng berisi campuran air kebosanan, rempah kelelahan, pewangi keputusasaan, dan pengawet mati rasa. Mungkin hanya sepi malam dan dingin pagi menusuk bersama angin kencang fajar yg mau menemaniku. Yah, lebih positif lagi : keluarga, teman, relasi, hobi, kebahagiaam dan cita-cita- mereka juga msih mau menemaniku. Tentu saja SEORANG YG SETIA: SANG KHALIK, jagoanku.

Mungkin sekarang aku tak butuh cinta. Meski suara dan lolong jauh dalam hati dan jiwa memintanya. Mungkin belum waktu, aku menikmati dan mengenyam rasa-rasa bahagia berpasangan, san mungkin.. selalu mungkin.

Yah, yah, baiklah… Aku akan TETAP PERCAYA: Kebahagiaan bukan hanya dari cinta dalam berpasangan. kebahagiaan bisa datang kapan saja, diama saja, dan dari siapa saja. Ini bukan satu hiburan yg membelah buritan kebosanan sendiriku. 

Ini seperti satu hal yg menjadi kepercayaanku. Cinta yang bisa aku beri satu seringai, seperti ini :77513274

Add comment Februari 27, 2009

Seharusnya Tidak seGelisah ini

82869207

Sudah 6 bulan ini aku mengelola 1 media komunitas tanpa nadims. Entah kenapa aku merasa terlalu gelisah. Rasa-rasa apa yg ada, pikir fikir apa yg mengasah. Sebenarnya awal tahun aku merasa sangat berSEMANGAT, bahkan aku merasa BERLARI untuk mendapatkan hasil yg terbaik dan makin mengembangkan semua yang ada.

 

842880603Semua terasa sepi dan makin menyudut aku dalam ruang kosong yg seharusnya tidak pernah ada. Ruang kosong yang mestinya tidak pernah terbuka, karena ada Sang Khalik yg selalu membawaku dalam ruang-ruang kebahagiaan. Melow, yg memanggil-manggil dalam tiap-tiap malamku. Istirahatku yg sebenrnya nyenyak, dalam jauh sudut ruang bawah sadarku, aku merasa gelisah. Sekali lagi, entah rasa rasa apa, pikir fikir  apa, apalagi tindak-buat yg menjadi alasan.

Hmm, aku rasa aku harus SEGERA BANGKIT. Ini hanyalah batu kerikil tajam yg bisa menghambat perjalanan LARI ku. Aku harus SEMANGAT LAGI. Lagipula orang-orang sekitarku selalu mendukung dan membantuku. Mereka memberi perhatian dan dedikasi yg lumayan. Aku tidak boleh patah-arang. Sang KHALIK pun kupercaya akan membawaku terbang tinggi dengan sayapNYA, meluncur ke negeri yg lebih indah dari negeri awan, menyusuri kebahagiaan yg aku raih dan dapatkan. Aku mesti tetap BERSYUKUR dalam segala keadaan, lagipula aku masih panjang punya visi ke depan.  Meski nadims tidak bisa mendampingiku,tapi hidupku tetap harus berjalan, berlari dan terbang melesat.

dv307049

Add comment Februari 27, 2009

SYUKUR UNTUK: (Selalu) SELAMAT di PERJALANAN

Berkali-kali sudah, sampai yg terakhir terjadi minggu lalu. Aku hampir saja tertabrak mobil. Entahlah, aku dulu seorang yg sangat ketakutan ketika berkendara. Seorang Stefy yg berhasil meyakinkanku (dg segala usaha dan cara -yg sebenarnya aku sendiri enggak pernah yakin jg) berkendara. Traumatik yg dalam setelah mendapati kenyatan 2 famili yg meninggal karena jatuh dari motor.

Sang KHALIK yg menyembuhkan perasaan takut itu. Melalui si Stefy yg SETIAP HARI memberi hal-hal positif. 1 tahun lebih ini aku baru mau memegang motor lagi (dan aku mulai tebiasa untuk menikmatinya).

Tiap di perjalanan aku berusaha selalu hati-hati, apalagi jika membonceng seseorang. Meski dalam keadaan hati-hati itu, ada saja hal-hal yg mengkhawatirkanku. Entah itu pengendara lain yg tidak taat lalu laintas, atau malah lampu lalu lintas yg error sampai aku sendiri mungkin yg kurang lihai. Namun dlm segala keadaan itu, aku SELALU BERSYUKUR pada Sang Khalik. DIA enggak pernah membiarkanku celaka. SYUKUR yg aku berikan penuh ketulusan. Bahkan perjalanan di jalan raya, selalu bisa membawaku pada ilustrasi kehidupan. Lain kali mungkin bisa aku bagikan.

83025014

1 comment Februari 27, 2009

Previous Posts


Tulisan Terakhir

 

Februari 2010
M S S R K J S
« Des    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

Blogroll

favorite

I Love Her

Media

my friends

my Story

Arsip

Blog Stats

Tulisan Teratas

Tulisan Terakhir

Klik tertinggi

Komentar Terakhir

follow my twitter