Sutradara Terhebat


Scene ini sering terlalu berat
Aku mengeluh, merajuk
Sampai mengumpat
Kepada sutradaraku

Honorku terlalu sedikit
Tuntutan naskahnya terlampau banyak
Aku tak sanggup berakting
Terlampau panas di bawah terik
Terlalu dingin berselimut hujan

Sutradaraku pilih kasih
Dia beri yang baik-baik
Kepada aktor lain
Sementara dibiarkan aku lunglai

Terlampau banyak keluh
Aku merasa penuh peluh
Hingga segera ingin kuakhiri
Pengambilan gambar yang berat ini

Hingga kusadari saat aku tersedu
Tersandung bongkahan batu
Sutradaraku menggendongku
Berlarilah dibawanya ku berobat

Dia balut lukaku dengan tanganNya
Dia hapus air mataku
Dia memelukku erat
Agar dapat kulanjutkan scene-ku

Kini aku tahu, Dia sutradara terhebat
Scene-scene yang berat dalam hidupku
Seringnya ia tetap arahkan dengan sabar
KesetiaanNya tak terbatas

Tak buru-buru ia berkata, “Cut!”
Tak pernah dimakinya aku
Meski ku sering tak fasih menguasai naskah
Masih ada kesempatan “Action!”

Kini ku tahu: aku aktor paling beruntung
Bermain lakon dalam scene kehidupanku
Dengan sutradara terhebat
Pemilik semesta, pemelihara hidupku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s