Tertawalah bersama Paman Matahari


Tertawalah, tertawalah
Tertawalah bersama paman matahari
Mungkin panasnya terlalu terik
Mungkin sinarnya menyengatmu
Tetapi ia dapat mengeringkan air mata
Menyembuhkan luka-luka
Tertawalah, tertawalah
Tertawalah seolah esok
Adalah hari kematianku
Tertawalah, tertawalah
Jangan kau pikirkan tanah pekuburanku
Usah kau resahkan lagi segala luka
Hari ini tertawalah lagi
Siapa tahu kau tak lagi dapat
Melihatku tertawa lagi
Panglima perang pulang
Sambutlah dengan tarian dan tawamu
Kecuali sang panglima pulang
Hanya tinggal nama
Maka getirlah pula, kau basuhlah pula
Ia yang sudah menjadi jenazah
Tertawalah, tertawalah
Damai dan bahagia bersamamu
Saat kau tertawa dan dapat
Kau lihat lagi dunia
Di bawah paman matahari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s