KirbatMu


Jika ku dapat menilik kirbatMu
Atau mungkin saja dapat kuhitung
Berapa banyak air mataku yang Kau tampung
Kutengadahkan wajahku berujar “Syukur”

Sama sekali tak kupunyai kegagahan
Bagai Daud melawan Goliat
Tak punyaku nyali seperti Yosua
Bahkan Debora dalam kitab Hakim-Hakim

Mungkin tangisku sering terlampau nyaring
Kehausanku seperti Ismael kecil
Yang kususahkan seperti kesusahan Hagar
Aku sering meminta sumur bahagia

Sering kulupa sabda bahagiaMu;
“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.”
Namun kusering mereka-reka bahagiaku
Menulis-nulis definisinya yang sia-sia

Kini, kutahu bahwa tangis dan laraku
Selalu Kau tengok dan Kau hibur
Terlalu banyak kirbatMu berisi air mataku
Terlampau sering pulalah Kau mendatangiku

KeperkasaanMu melebihi pahlawan
KelembutanMu melebihi apapun jua
Kau memberiku mata air di musim kemarau
Kehangatan syahdu di kala hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s