Tuhan, Saya dan Cinta (Di Balik Buku Natalan di Rumah Patjal)


natalan di rumah patjal cover

#NatalanDiRumahPatjal?

Patjal pelesetan dr “Pacar” biasa disebut pula dengan kekasih. Orang yang kita kasihi sepenuh hati dan bersama menyiapkan hubungan menuju jenjang pernikahan.  #NatalanDiRumahPatjal adalah buku kumpulan cerita pendek terbaru yang saya terbitkan secara mandiri bersama Nulisbuku.com. Semua kisah dalam buku ini tentang CINTA dan menemukan hati.

Saya menulis keduabelas cerita di dalam buku ini di sela aktifitas saya. Banyak pemikiran dan perenungan selama dua bulan terakhir. Seperti biasa setiap perenungan itu selalu membawa saya untuk menuliskan sesuatu. Tidak semua kisah dalam buku ini adalah fiksi. Ada hal-hal tertentu yang mendorong saya untuk menulis karena saya merasa ingin mengatakan sesuatu. Maka jadilah buku ini. Nulisbuku.com selalu memfasilitasi saya untuk menerbitkan buku-buku dengan memberi saya kebebasan.

Ada banyak kejadian, tokoh atau peristiwa monumental yang membuat saya menuliskan cerita pendek yang akhirnya saya masukkan di dalam buku ini. Salah satunya seorang tokoh sejarah yang sangat saya kagumi bernama Zafnath Paaneah. Kisah-kisahnya selalu saya ingat saat saya mengalami kesulitan di dalam hidup. Maka itu mempengaruhi saya dalam menulis “Lelaki Tanpa Libido” sebagai kekaguman saya akan tokoh yang juga dikenal dengan nama Yusuf / Yoseph ini. Ada pula cerita-cerita yang saya tulis setelah saya berdiskusi atau sekedar mengobrol dengan kawan. Selalu saja ada pemikiran yang ingin saya sampaikan di balik cerita-cerita cinta di dalam buku ini. Tidak jarang pula, pengalaman personal saya saat mencari kehendak Tuhan yang terbaik di dalam hidup selama ini menjadi pemicu saya menuliskan cerita.

Buku ini juga saya persembahkan untuk orang-orang yang saya kasihi. Kedua sahabat saya bersama pasangan hidup mereka masing-masing dan untuk kakek-nenek saya di surga. Saya sadari atau tidak mereka semua telah memberikan pengaruh besar kepada saya. Banyak pemikiran dan pemahaman baru saya dapatkan, demikian juga segala macam pelajaran hidup tentang cinta. Dari sahabat saya : Stefy dan Nia saya belajar bagaimana kesetiaan itu terus dijaga tanpa terbatas jarak. Dari Nita dan Anton saya belajar tetap bertahan meski di saat-saat sulit. Dari kakek-nenek, saya belajar tentang cinta sejati sampai mati, tak terbatas usia. Tentu dari berbagai macam karakter yang saya temui sehari-hari pula yang membentuk karakter saya semakin kuat dan penuh pemahaman baru tentang hidup.

Di atas semua ini tentu Sang Pemilik Hiduplah yang telah menjadi penulis sejati kehidupan saya. Dia itu dekat dan selalu memberi saya kesempatan untuk belajar apa saja yang penting di dalam hidup. Sang Pemilik Hiduplah yang menemani waktu-waktu saat saya meratap dan menangis. Sang Pemilik Hiduplah yang setia memeluk saya setiap saya dingin dan pahit di dalam hidup. Sang Pemilik Hiduplah yang kemudian mengubah ratapan saya menjadi tarian. Dia yang berkata, “Talita Kum!” untuk membangkitkan saya kembali dari kematian rasa akan cinta. Sejumlah kata putus asa dan pesimis Dia hapus satu persatu dan menuntun saya perlahan melalui sebuah proses hidup bahagia. Akhirnya saya belajar bahwa kata bahagia bukan selalu gembira setiap saat namun sebuah proses sedih, pahit bahkan air mata yang kita tabur setiap hari hingga kita mengerti benar arti bahagia. Semua proses itu yang terpenting terus memegang kuat Tangan Sang Pemilik Hidup agar kita dapat memikul kuk (beban) dengan enak.

Cerita-cerita di dalam buku ini sebenarnya juga sejumlah ide untuk film pendek saya. Jika menunggu untuk membuatnya menjadi film pendek tentu membutuhkan proses, biaya dan waktu yang tidak singkat. Maka sembari saya menerbitkannya dan semua royalti buku ini tentu akan saya gunakan untuk berkarya (membuat film pendek) lagi, maka saya ingin bagikan terlebih dahulu semua pemikiran saya di sini.

#NatalanDiRumahPatjal semoga juga akan membawa hatimu belajar mengenai cinta. Mungkin sesekali kita tertawa, tak jarang menangis bahkan diam merenung, yang jelas saat kita sungguh berpegang pada Tangan-Nya kita akan mengerti betul tentang arti sebuah “proses” di dalam hidup. Maka saat kita menuai hasil kita tetap menjadi orang yang rendah hati. Buku ini adalah proses perenungan akan Tuhan, diri sendiri dan cinta. Semoga kamu suka😉

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s