Mengampuni itu Susah!


X3_Hidup Itu Mengampuni_Avatar

Siapa bilang mengampuni atau memaafkan itu gampang? Kesalahan kecil maupun besar itu sudah cukup untuk melukai ego kita. Kata “mengampuni” ini sudah akrab di telinga saya. Sepanjang saya hidup saya melihat Mama saya bertindak nyata mengampuni. Dia pernah dihina, diremehkan bahkan dimaki. Dia menangis dan berdoa. Itu yang saya lihat saat saya kecil sampai seusia sekarang. Inspirasi ini yang kemudian membuat saya menulis sebuah cerita pendek (tahun lalu) berjudul, “Hidup itu Mengampuni, Kata Ibuku.” Cerpen itu masuk dalam buku kumpulan cerpen NBC Surabaya yang terbit di nulisbuku.com. Saya menulis cerita pendek itu saat saya sedang di kantor. Waktu itu AC dan udara di luar sangat dingin. Sementara saya harus menyelesaikan cerita pendek itu karena batas pengumpulan sudah hampir habis. Dalam keadaan dingin saya masuk ke dalam satu ruangan sempit di kantor yang sering digunakan sebagai gudang. Ruangan itu hangat meskipun sempit. Saya menulis dengan menggunakan ponsel. Tenggelam dalam tokoh utama cerita itu bernama Ana. Sambil terinspirasi tentang konsep “mengampuni” itu dari Mama saya. Akhirnya jadilah cerpen itu dan masuk dalam buku “Ulang Tahun”.

Bulan April 2013, saya merasa ingin mengumpulkan cerpen-cerpen saya yang ada dalam beberapa buku antologi maupun cerpen-cerpen baru yang sudah saya tulis tetapi belum pernah saya publikasikan. Bahkan ada cerpen yang tertolak dalam satu penerbitan. Ada yang saya tulis karena momen, ada juga yang saya tulis saat saya sedang pelesir. Saya ingin berbagi tentang banyak hal yang pernah saya temui, sesekali saya temui bahkan yang setiap hari saya jumpai di dalam hidup. Semua membekas di hati. Ini seperti saya membaca sebuah kisah sebelum saya tidur lalu esoknya saat bangun pagi masih terngiang-ngiang kisah itu sehingga saya ingin melakukan sesuatu dengan tindakan nyata saya. Karena saya suka menulis dan passion saya selain film adalah menulis, maka saya mau berbuat sesuatu dengan menerbitkan buku ini melalui self publishing : nulisbuku.com.

Buku kumpulan cerpen “Hidup itu Mengampuni, Kata Ibuku” ini juga akan menjadi sebuah pengingat di dalam hidup saya. Sampai kini saya pun merasa harus terus belajar memaafkan. Kesalahan kecil apalagi kesalahan besar. Pegangan saat saya disakiti orang lain : saya mengingat Ibu saya yang telah menyontohkan dengan perbuatan nyata mengampuni. Selain itu saya pun mengingat betapa saya juga telah sering mendapat perlakuan istimewa dari Sang Khalik untuk dimaafkan. Bukan hanya hal-hal besar seringnya hal-hal kecil dan kebodohan yang sering saya lakukan. Dia selalu mengerti dan membuka tangan untuk memberi saya kesempatan lagi memperbaiki kesalahan. Mari belajar memaafkan bersama saya.

HIMKI

Buku Kumpulan cerita pendek “Hidup itu Mengampuni, Kata Ibuku” dapat dibeli di nulisbuku.com melalui akun twitter @nulisbuku atau mengirimkan email ke admin@nulisbuku.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s