Jas Hujan Robek Sedikit


Sore ini hujan tak kunjung reda. Saya gelisah. Ini karena saya berencana pergi ke Festival Sinema Perancis di IFI, Surabaya. Saya nanti, tapi tak kunjung reda. Akhirnya nekat naik motor pakai jas hujan, berangkatlah saya.

Di tengah perjalanan saya salah jalan. Langsung belok kiri sampai mobil belakang membunyikan klakson. Tentu saya kaget dan berusaha minggir. Tiba-tiba saya menabrak entah apa. Namun Thank God, saya berusaha imbang dan tidak jatuh. Jantung saya sudah deg-degan luar biasa. Kalau saya tiba-tiba jatuh tentu langsung ditabrak mobil belakang. Saya melajukan motor dengan lebih hati-hati.

Tiba di perempatan saaat berhenti di lampu merah, saya baru menyadari bagian samping kiri jas hujan saya robek. Wah, ini bahaya kalau sampai tersangkut, pikir saya. Langsung saya duduki untuk mencegah hal itu. Sepanjang jalan setelah tahu jas hujan saya yang sebenarnya baru itu robek, saya menyesal. Mengapa tidak hati-hati?

Bagi penderita OCD (meski dalam kategori OCD tidak sampai parah), ketelitian dan kehati-hatian penting sekali. Saya menyesal sepanjang jalan.
Hingga sesuatu menyadarkan saya:

Kalau tadi tidak robek sedikit jas hujannya, saya mungkin yang jatuh. Tubuh saya yang robek bahkan nyawa saya yang robek dan tidak bisa kembali lagi.

Saya langsung mengucap syukur. Terima kasih untuk jas hujan yang robek sedikit namun saya tetap selamat sehingga tetap bisa menonton festival sinema Perancis malam ini.

Seringnya saya mengomel untuk hal-hal kecil namun lupa hal besar telah ada pada tangan saya.

Hei, semoga kamu, tidak seperti saya, ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s