Saling Memberi itu Sakit.


Saling memberi itu sakit. Kenapa?

Kita merasa sudah memberi sesuatu kepada seseorang. Kita sudah banyak mengorbankan banyak hal untuk dia, tidak jarang kita bahkan lupa untuk menyenangkan diri sendiri, semuanya kita berikan sepenuh hati-bahkan. Jujur, saat kita telah melakukan demikian, pasti ada di dalam hati satu perasaan ingin juga diperlakukan seperti itu. Ingin juga orang lain yang sudah kita berikan sesuatu itu melakukan hal yang sama. Tanpa kita sadari kita menetapkan standar bagaimana orang itu harus memberikan dan apa yang sebaiknya mereka berikan untuk kita. Apa yang terjadi saat mereka tidak melakukannya? Atau mereka telah berusaha keras melakukannya untuk kita tapi tetap tidak sesuai dengan standar yang kita tetapkan?

Kita menjadi sakit hati. Kita tercabik, terluka. Meski kita tidak mengharapkan pamrih. Tentu kita tetap kecewa di dalam hati, karena orang yang sudah kita berikan itu tidak bisa memberikan seperti yang kita inginkan.

Pernahkah kita memberikan uang kepada pengemis atau pengamen? Berapapun itu uang yang kita berikan, apa di dalam hati kita ada perasaan, “Awas ya, kalau suatu saat aku butuh uang yang sama seperti yang aku berikan ini kamu tidak berikan?!” Tentu tidak, kan? Kita memberi kepada pengemis atau pengamen, ya kita beri saja mereka. Kita tidak berpikir apa-apa. Bahkan besoknya kita sudah lupa telah memberi apa dan berapa.

Manusia memang saling membutuhkan. Saling memberi dan menolong seharusnya. Namun saat kita mempunyai harapan suatu saat orang yang kita beri itu pasti akan memberikan sesuatu atau menolong saat kita dalam keadaan membutuhkan, kita akan kecewa. Dia tidak bisa sama persis seperti yang kita harapkan. Atau dia bisa sama persis seperti yang kita harapkan, namun mereka mempunyai batasan tertentu, apapun alasannya.

Sakit memang, saat kita memberi kita tidak mengharap kembali. Pasti adalah secuil harapan di dalam hati, suatu saat kalau aku butuh, kamu tolong, ya. Tapi kalau kita merenungkan kalau suatu saat dia tidak bisa mengembalikan itu rasanya lebih sakit.

Memang benar teori :

“Memberilah dengan ikhlas, memberilah dengan tidak mengharap kembali.” ;

“Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.” ;

“Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.*”

Saya merasa terluka dan tercabik saat mengharapkan saya ditolong, diperhatikan dan dikasihi saat saya telah melakukan semuanya untuk orang lain. Bahkan mengorbankan keinginan dan impian saya bertahun-tahun lalu. Ini terjadi karena saya ingin saling memberi dan ternyata itu menyakitkan. Sebaiknya saya tidak boleh mengharapkan apapun saat saya memberi. Meski hanya secuil atau terbersit di dalam hati. Memberi tidak mengharap kembali tidak akan membuat kita sakit hati. PR sekali buat saya. Mulai belajar lagi, meski dalam hal sekecil apapun. Memberi tidak mengharap kembali.

2 thoughts on “Saling Memberi itu Sakit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s