Ayolah Segera Datang


Mungkinkah kita semua pernah ada dalam satu masa kita benci akan keadaan kita?
Bosan dengan semua yang sedang kita kerjakan tapi tidak dapat berbuat apa-apa. Atau paling tidak sedang tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak ada yang salah. Semua baik-baik saja. Justru saat semua baik-baik saja, semua terasa membosankan. Apalagi semua yang sedang dinantikan tidak kunjung datang. Muak dan bosan sekali.

Sahabat-sahabat juga mulai meninggalkan. Mereka yang dulu sering kita tolong, kita perhatikan kini tidak lagi fokus dengan keadaan kita. Mereka semua sibuk dengan pekerjaan dengan pesta pernikahan dan segala hal lainya. Mereka punya kehidupan baru yang akan mereka jalani. Apa untungnya memperhatikan kita? Paling ketika mereka butuh mereka mendatangi kita. Mereka tidak peduli dengan apa yang sedang kita rasakan. Itu menyakitakn sekali, memang.

Namun inilah hidup. Manusia memang makhluk sosial. Manusia saling membutuhkan. Siapa membutuhkan siapa, mungkin, maksudnya. Kalau tidak sedang membutuhkan, apalah arti dirimu? dan siapa kamu? Meski ada saat-saat indah yang pernah dilalui bersama namun banyak orang hidup dengan masa kini, bukan masa lalu. Hari ini bukan hari lalu.

Mungkinkah setiap orang mengalami masa-masa seperti ini?

Bukan “tidak bersyukur”. Bukan. Ini keadaan yang membosankan yang memang sungguh membosankan. Kita merasa punya kemampuan, punya impian namun segala cara yang kita perjuangkan belum berbuah semuanya. Itu menjengkelkan dan menyebalkan. Di saat apa yang sudah kita perjuangkan lama sekali, tidak terlihat hasilnya. Banyak orang bilang sabar, sabar, sabar. Bahkan sahabat yang tidak pernah memperhatikan sok berkata sabar padahal dia sendiri tidak pernah mengerti atau berusaha mengerti sedikitpun.

Baiklah, inilah hidup. Sahabat memang manusia yang paling baik tapi jelas manusia yang paling jahat ketika mereka mulai meninggalkan dan tidak peduli lagi keadaan kita. Lupakan semua yang telah kita lakukan, lupakan semua hal yang baik yang pernah sama-sama dilakukan. Sekali lagi, banyak orang hidup untuk hari ini dan apa yang mereka inginkan di hari depan. Mereka tidak peduli lagi ketika kita mereka menemukan apa yang mereka butuhkan di masa kini dan di masa depan. Dan kesakitan hati yang kita rasakan , itulah bagian dari hidup.

Yang jelas, saat ini saya sedang dalam masa yang menyebalkan sekali bagi saya. Saat yang sulit sekali untuk bangkit dan berjuang lagi. Kalau dulu pernah jatuh bahkan di titik-titik terburuk dalam hidup, maka masakan saya tidak bisa melewati masa-masa ini lagi? Sahabat-sahabat yang dulu pernah meninggalkan bertahun-tahun, yang sekarang hanya datang saat mereka butuh saja bahkan saya masih bisa kuat. Dan kalau masa itu terulang lagi, ya baiklah (sekali lagi) saya menamakan inilah proses hidup. Kita peduli, kita mengasihi bukan berarti orang yang kita kasihi peduli dan mengasihi. Mereka punya hidup dan mereka punya hak. Jika saya merasa sakit, ya saya sendiri yang harus bisa membalut luka yang teramat dalam itu. Masih banyak teman-teman baru yang bisa menjadi sahabat. Yah, mungkin saja tetap bisa menjadi sahabat.

Setidaknya saya ingin sekali matahari yang saya nanti-nantikan itu segera terbit. Itu kebanggaan saya. Itu semangat saya untuk hidup. Cita-cita dan impian saya. Biarlah banyak orang meninggalkan, tapi ayolah matahari impian saya segeralah datang. Saya bosan sekali menunggu dan menanti. Sementara tubuh telah tercabik dan sering menjadi apatis.

5 thoughts on “Ayolah Segera Datang

    • Matahari itu saat bisa melihat “pagi”. Pagi adalah saat cita-cita dan impian mulai terlaksana😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s