Perempuan yang Kupinjam Rahimnya untuk Melihat Dunia


Saya ingin bercerita tentang Perempuan yg kupinjam rahimnya untuk melihat dunia.

Dia perempuan sederhana dan pekerja keras. Menjadi yatim saat usia remaja. Senyumnya melengkung manis, mampir di tiap hati. Kawannya banyak sepenjuru. Dia perempuan dengan ketulusan dewa. Tangan kanan memberi, tangan kiri tak boleh tahu. Dia catatkan itu dalam sanubariku. Sangat dalam merasuk jiwa. Kebaikan itu yang diturunkan dalam darahku, diajarkan di rumahku. Memberi dengan spontan. Tanpa rencana, tanpa ukuran, apalagi publikasi.

Perempuan itu tak segan menciumi semua lelaki yg pernah tinggal 9 bulan dalam tubuhnya, setiap mlm. Memastikan tak ada serangga, apalagi setan pengganggu. Dia yang tak pernah melarangku kala kecil, mencoret-coret seluruh tembok rumah, dengan garis2 tak karuanku dan meyakinkan sang kepala keluarga tak melarang juga.

Dia perempuan yg menumpangkan tanganya tiap mlm kepada semua lelaki darah dagingnya. Pun untuk meminta maaf. Sungguh perempuan pendoa dan tak pernah gengsi. Perempuan yg ku tahu pernah disudutkan dan dituduh tapi tak pernah keluar kutuk dari mulutnya.Ini yg buatku tak pernah mengutuk siapapun. Dia contoh hidupku.

Dia perempuan, pasangan lelaki panutanku. Mencintai dengan tulus, menghadapi hidup dengan mandiri. Dia ibuku. Separuh jiwaku. Yang siap membalut luka-lukaku.

4 thoughts on “Perempuan yang Kupinjam Rahimnya untuk Melihat Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s