Lebih Dewasa? Mungkin Iya, Mungkin Juga Tidak di Semua Sisi


Pernyataan terlontar dari mulutku kepada seorang sahabat yg satu tahun lebih tidak bertemu, mungkin dia sedikit terkejut. Aku berkata, “Kamu berubah..Kamu sekarang lebih care..” dan aku bertanya, apa yang berubah dariku?”

Dia mengungkapakan, aku lebih dewasa.

Hmm,… jujur aku terkejut. Dia adalah seorang sahabat yg jujur dan selalu berbicara apa adanya tentangku. Dia dulu selalu berani mengkritikku, “Kamu childist! Kamu enggak dewasa! Kamu sudah umur segini, tapi … bla..bla..blaa…”

Aku lalu bercerita bahwa banyak hal telah aku alami 1 tahun lebih terakhir ini. Aku tahu, aku kesepian, merasa sendiri dan ditinggalkan sahabat dekatku yg kuandalkan. Aku sangat kehilangan mereka dan waktu-waktu bersama mereka. Tepatnya semua dukungan moril mereka kepadaku, sudah tidak ada lagi. Aku seakan tersudut, sepi di ruang hampa dan tertunduk tak tahu harus melangkah kemana. Pekerjaanku tiap kali aku ke gereja aku hanya bisa menangis. Satu kalimat aku bernyanyi : aku menangis, dua kalimat aku memuji : aku pilu terisak. Ini terjadi hampir setiap minggu, berturut-turut. .. Aku sungguh manusia yang sepi.

Sang KHALIK tahu itu.

Aku pun tahu, Dia tidak berkata “Kamu tidak boleh menangis, kamu harus kuat,… hapus air matamu…” Tidak. Tidak kalimat itu yang aku dengar. Dia menyapaku dengan lembut, dan berkata, “Manangislah, menangislah… keluarkan semua bebanmu, keluarkan… AKU disini, siap memelukmu, keluarkan keluh kesahmu, kesedihanmu. Aku di sini untukmu….” Dan DIA selalu meneguhkanku lewat TUTUR KATA yg aku dapat dari setiap orang yg membawakannya di altar. Proses ini berlangsung lumayan lama, dan proses itu malah membuatku kuat.

CENGENG.

Mungkin itu kata yang tepat buatku setahun lebih yang lalu, mungkin bertahun-tahun sebelumnya juga, aku pria yang cengeng, yang lemah, yang selalu kuatir akan hidupku. Hanya saja melalui proses SANG HALIK itu aku menajdi KUAT dan DIA menopang aku.
Masalah kecil aku lewati, badai besar aku terobos, hujan lebat aku terima dengan kekuatan SANG KHALIK. Proses inilah yang membuat aku bisa kuat. Aku manusia yang mungkin berbeda kini.

SAHABAT di dunia ini memang tidak selalu ada untuk kita. Mereka bisa berubah oleh waktu dan mereka bisa menjauh dari kita. Namun SANG KHALIK tetap ada untuk kita, DIA MENCINTAI KITA LEBIH DARI APAPUN.

Proses –proses yang membuatku dewasa tentu tidak mudah. Aku pun tahu, kedewasaanku juga bisa hilang, bisa luntur. Tidak semua sisi dalam hidupku juga aku hadapi dengan kedewasaanku. Namun KEDEKATAN YG INTENS KITA DENGAN SANG KHALIK AKAN MENGUBAH SEGALA-GALANYA MENJADI INDAH.

3 thoughts on “Lebih Dewasa? Mungkin Iya, Mungkin Juga Tidak di Semua Sisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s