Tante Senang, Keluarga senang, Saya Tenang dan bisa Bersenang-senang


sb10069793v-001

Persiapan pernikahan tante saya, kupikir-pikir membawa dampak yang baik bagi keluarga besar. Kami lebih lumayan sering bertemu dalam pertemuan yang  membahas segala sesuatu persiapan pernikahan itu. Walaupun banyak perbedaan pendapat, tapi semua tetap berjalan dengan baik. Saya juga makin senang karena makins ering bertemu dengan keluarga besar. Ada sensasi kebahgaiaan tersendiri yang saya rasakan.

Beberapa hari lalu yang bisa membuat saya ikut bahagia: Saya melihat kebahagiaan yang sesungguhnya terpancar dari wajah tante yang akan menikah. Pancaran kebahagiaan dari wajahnya itu merasuk dalam hati saya yang paling dalam. Dia mengungkapkan rasa syukurnya pula kepada TUHAN, karena segala persiapan telah beres dan semua selalu mendapatkan jalan yang terbaik. Sebagai seorang keponakan, saya pun turut senang. Namun bukan senang biasa yang saya rasakan. Karena ada cerita lalu di balik kebahagiaan itu.

Saya tahu, dia pernah gagal dan kecewa dalam membina rumah tangganya. Saya tahu betapa pedih dan dalam yang dia rasakan. Namun saya selalu melihat: dia sebagai seorang perempuan yang kuat. Dia sanggup menjadi seorang single parent yang luar biasa. Dengan kedua kakinya, dia mencoba membesarkan sepupuku yang cantik. Walaupun ada perasaan tidak setuju dengan perpisahannya itu, tapi makin hari saya semakin percaya: betapa kuatnya perempuan ini menghadapi semua polemik kehidupan.

Kini, saya percaya bahwa dia juga berhak mendapatkan kebahagiaan kembali. Menemukan seorang yang dia cintai dan hidup bahagia, sambil membesarkan putrinya. Saya yakin pula komitmen yang kuat itu akan membawa kebahagiaan, dan Sang KHALIK tahu dalam isi hatinya, doa dan kebahagiaan yang terus dia ucapkan. Saya juga melihat kalau keluarga besar saya turut senang. Orang tua saya juga mendukungnya dan menyerahkan segala keputusan (dalam arti kepercayaan penuh) kepada tante saya. Semua untuk kebahagiaannya.

Saya pun menjadi tenang. sebuah pelajaran hidup yang mahal sekali sebenarnya, tapi yang terpenting adalah masa kini dan masa depan yang akan dijelang. Saya juga akan belajar, bahwa pernikahan itu adalah sebuah proses sulit, yang harus dipikirkan secara serius. Jangan sampai gagal, dan harus benar-benar matang, sesuai kehendak Sang KHALIK. Yah, sepertinya saya akan melanjutkan hidup ini dengan bahagia… hubungan, komitmen dan pernikahan suatu saat akan menjadi bagian idup saya…tapi skerang sepertinya sebuah IMPIAN dulu yangs aya akan wujudkan… heheheh…. (sambil berdoa, siapa tahu di tengah meraih impian itu ada malaikat yang bisa saya hampiri… huehehehe….). Mengutip lagu OPPIE, “Hidupku sangat SEMPURNA.. I’m single and VERY HAPPY….”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s