Apakah Aku Orang Samaria Baik Hati?


Sebuah Cerita ini cukup familiar di antara kita :

 “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”
Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

Sejak kecil, aku merasa yang namanya mengasihi sesama manusia adalah tindakan Orang Samaria ini. Beranjak dewasa aku makin melengkapi kesimpulanku, bahwa yang namanya mengasihi itu “orang yang menolong orang lain yang tidak dikenalnya, yang dia tahu orang itu tidak akan bisa membalasnya”

Aku juga penasaran, apakah aku masuk golongan orang samaria itu, atau imam dan Lewi? Memang sejak kecil aku sudah aktif melakukan kegiatan-kegiatan rohani di tempat ibadah, tapi apakah aku bisa seperti melayani sepenuh hati seperti orang Samaria itu? Akhir-akhir ini aku menemukan jawabannya.

Setidaknya 2 kali aku mendapati kejadian kecelakan di jalan raya. Keduanya persis di hadapanku. Keduanya korbannya adalah perempuan dan mereka jatuh tergeletak di jalan raya. Ketika berhadapan dengan kejadian itu, aku malah sibuk dengan perasan terkejut, shock dan keget-ku. Aku begitu takut dan tak bereaksi apa-apa. Oh, Man! Kenapa aku tidak menolong dengan tanganku, merawat dan memberikan tempat yang layak buat korban kecelakan itu? Setelah beberapa detik kemudian aku hanya ngeloyor pergi sambil bingung, kuatir dan takut, aku tidak mau mengalami hal seperti itu.

Lalu, beberapa kejadian lagi, yang seharusnya aku bisa melakukan suatu kebaikan atau pertolongan kecil pada seseorang. Seperti memberi tumpangan kepada orang yang sedang berjalan kepanasan dan kelelahan atau pertolongan kecil lainnya, tetapi aku tidak melakukannya. Sekali lagi, aku terlalu banyak berpikir untuk melakukan satu pertolongan, aku terlalu memikirkan banyak pertimbangan sehingga akhirnya tidak melakukan apa-apa.

Kini aku begitu tertunduk malu dan penuh penyesalan, mengapa aku tidak melakukan apa-apa untuk sesamaku, yang jelas-jelas butuh pertolongan? Namun apa gunanya aku menyesal? Semuanya sudah lewat. Aku mulai akan berjanji kepada diriku, aku ingin benar-benar melakukan sesuatu untuk sesamaku. Bukan untuk aku masuk surga aku melakukan kebaikan, tetapi sebagai wujud syukurku, akan karya keselamatan KRISTUS kepadaku.

2 thoughts on “Apakah Aku Orang Samaria Baik Hati?

  1. Yup…Same with my Mom. emang menjadi seorang Samaria yang baik hati bukanlah hal yang mudah… Imam yang justru banyak membaca kitab Taurat aja malah ga maw nolong… justru yang nolong adalaha orang Samaria….
    Ini sebenarnya benar2 sindiran buat kita semua yang ngaku paling dekat dengan Tuhan tapi ga maw membagikan berkat ama sesama,ataupun menolongny….
    Apa yang salah y??
    Yang diperlukan sebenarnya mungkin hanyalah penyerahan diri total pada kehendak Tuhan… ketika kita melihat ada orang yang membutuhkan pertolongan, kita hrs btanya pada diri qta sendiri..Apa sih yang Tuhan maw kita lakukan?tentu menolongnya ka? GA usah berfikir panjang lg… n ini emang butuh tekad yg kuat… seperti yang sudah dilakukan Mama2 qta…hehehe
    Gbu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s