KETIDAKDILAN = KEADILAN


 

Tadi waktu mandi pagi, tiba-tiba terbersit sebuah pernyataan yang ada dalam satu lirik lagu yang berbicara tentang terkadang dunia itu tidak adil. Kemudian aku berpikir lagi, apa aku sering mengalami ketidakdilan? Oh, tentu saja. Kalu dilihat dari sudut pandangku, tentu saja aku sering merasa banyak ketidakadilan. Lalu pertanyaan berikutnya muncul, apakah aku sering jengkel, marah, protes, memberontak saat mengalami ketidakadilan? lalu cepat-cepat aku jawab,  ya iyalah, aku pasti protes kalau merasa sedang dalam kondisi ketidakadilan.

Kemudian teringat, saat mengerjakan tugas akhir program S1, aku mengambil penelitian tentang perlawanan para intelektual kepada pemerintah, saat rakyat mengalami ketidakadilan. Tepatnya aku meneliti naskah skenario GIE karya Riri Riza. Aku meneliti apakah, naskah skenario (yang diproduksi filmnya dan diterbitkan supaya dibaca banyak orang itu) membuat orang tergerak untuk melakukan protes kepada pemerintah, waktu rakyat mengalami ketidakdilan? Hasil penelitianku dengan analisa semiotik Barthes, menyimpulkan kalau naskah skenario itu mengandung perlawanan intelektual yang kental, dan mengandung pesan melalui Tokoh GIE, bahwa jika kita mengalami ketidakadilan, kita harus BERANI mengungkapkannya, jangan terus ditindas oleh pihak yang lebih kuat.

Baiklah, kalau hasil penelitianku adalah:  kita harus komunikatif, dalam artian jika ditindas oknum pemerintah atau siapa saja, kita harus mengungkapkannya, bagai lonceng pengingat yang berdenting keras. Tetapi, jika kita merasa mengalami ketidakadilan dalam kehidupan sehari-hari?oleh orang-orang dekat? oleh orang-orang sekitar kita?oleh keadaan?

Pertanyaan berikutnya mampir lagi, apakah Sang PENCIPTA pernah memperlakukan TIDAK ADIL kepadaku? Cepat-cepat aku menjawab “OH, TIDAK PERNAH” Pencipta selalu memberikan yang baik kepadaku, DIA tidak pernah jahat. Langsung aku tertunduk malu, tersipu dan canggung. Apa aku pernah protes? Tentu sering… Kalau aku protes, berarti aku protes kepada PENCIPTA, dong? Oh, aku sungguh malu. Perenungan ini yang mengingatkan aku pagi ini.

KETIKA KITA MENGALAMI KETIDAKDILAN, SEBENARNYA KITA SEDANG BERADA DALAM KONDISI ADIL. Maksudnya? Entahlah, kalimat ini yang terus berputar-putar di kepalau. Aku mendapatkan satu pemahaman dari PENCIPTA rupanya. Saat kita mengalami ketidakadilan, berarti kita telah berada dalam kondisi idak nyaman. Saat dalam kondisi tidak nyaman ini, tentu membuat kita gerah, dan seharusnya saat kita berada dalam kondisi ini, kita bisa lari kepada PENCIPTA kita. Kita bisa berkeluh kesah, bercerita dan berkomunikasi kepadaNYA. Inilah yang disebut sebuah proses komunikasi manusia dengan PENCIPTAnya. Waktu kita sudah berkomunikasi ini, kita harus menyerahkan semua perasaan dan kekuatiran kita kepadaNYA, maka kita akan bebas dari rasa ketidakadilan. Mungkin kita tidak lekas-lekas tahu penyebab ketidak adilan itu, tapi, paling tidak kita akan merasa nyaman dalam lindungan sang PENCIPTA….dan, dalam kondisi ini, berarti sudah cukup adil, kan buat kita. Kita tak perlu bersusah-suah mengeluh bahwa jika merasa enggak adil. Kalau kita percaya penuh kepadaNYA, maka, kita juga akan percaya, semua jalan Sang PENCIPTA itu adalah YANG TERBAIK buat kita. Termasuk, saat kita merasa tidak adil, yang sebenranya kita belum tahu, bagaimana selanjutnya jalan hidup kita, tapi kita mesti YAKIN, bahwa betapa baiknya Sang PENCIPTA itu, sehingga kita akan selalu dipelihara. Tapi, jangan lupa, KITA JUGA HARUS SELALU TAAT kepadaNYA.

One thought on “KETIDAKDILAN = KEADILAN

  1. saya setuju dengan Sang pencipta selalu memelihara kita. Dia memberi yang terbaik sesuai dengan kapasitas kita. Masalah adil atau tidak, itu memang tidak perlu dipermasalahkan, selama kita memiliki hati yang terarah pada Dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s