Catatan Di Balik Layar Film Pendek Kaca Berkaca


Ini adalah film pendek yang saya tulis dan saya produseri. Berkisah tentang hubungan ibu dan anak perempuannya yang masih kecil. Durasinya sekitar 3 menit. Film ini adalah hasil pemikiran saya tentang Papa saya, sebenarnya. Saya sangat mengagumi Papa. Beliau orang yang sabar, tidak pernah marah dan kreatif. Satu hal yang paling menonjol dari Papa adalah : suka membaca. Semua buku dia baca. Bukan hanya buku teknik, bidang studi kuliahnya. Papa juga belajar marketing, pertanian, buku-buku motivasi sampai buku-buku rohani. Semua buku ada di raknya. Uniknya, Papa tidak pernah menyuruh saya dan kedua adik laki-laki saya untuk membaca, apalagi memaksa kami untuk membaca. Tidak. Papa tidak pernah melakukannya. Namun sepanjang umur saya, saya selalu melihat Papa membaca. Saat libur Papa membaca, saat pulang bekerja Papa membaca, setelah makan malam Papa membaca. Itu masuk dalam pikiran saya bahwa membaca itu kegiatan yang mengasyikkan terlebih lagi menghasilkan pribadi yang baik seperti Papa saya. Pola teladan inilah yang menjadi inspirasi besar saya menulis film pendek “Kaca Berkaca.”

Sebuah cerita yang sederhana, sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga penonton juga dapat terinspirasi pola teladan orang tua yang berusaha kami sampaikan dalam film ini. Bersyukur mendapatkan 2 pemain yang cerdas : Vidya Ajeng (yang juga menyutradarai film ini) dan Agni Eleana Hayu, keponakannya. Gadis kecil yang pintar ini ternyata punya keseharian yang mirip dengan cerita di film. Bersyukur pula kedua orang tua Agni mengijinkan putri kesayangan mereka untuk membantu berperan dalam “Kaca Berkaca” ini.

Lihatlah tingkah Agni yang menggemaskan ini. Seolah-olah dia sedang reading, meski belum bisa membaca, gayanya meyakinkan.

Proses syutingpun tidak terlalu lama, hanya sekitar 3 jam. Agni yang kooperatif dan mudah diarahkan sangat membantu proses syuting. Kami memang harus belajar banyak dalam pola komunikasi kepada Agni. Namun karena dia bersama Vidya Ajeng, tante sekaligus sutradara maka tak banyak kesulitan yang berarti. Ade Kusuma sendiri sebagai partner sutradara Vidya Ajeng, juga terlihat telaten dan mengikuti apa yang Agni mau.

Melalui proses pembuatan film pendek “Kaca Berkaca” ini sayapun belajar banyak tentang pola pengasuhan anak. Apa saja yang boleh kita katakan dan apa saja yang tidak boleh. Bagaimana seorang bapak dan ibu harus bersikap kepada anaknya juga menjadi catatan penting buat saya khususnya saat mempunyai anak nanti. Saya berterima kasih kepada orang tua Agni, Bapak Hen Dian Yudani dan Ibu Edita Pradnya Paramita atas semua bantuan mereka.

Film pendek “Kaca Berkaca” ini akan diikutkan dalam berbagai festival baik nasional maupun international dan rencananya akan diputar (screening) di beberapa tempat. Info akan diberikan selanjutnya.

Christian Pramudia,

Penulis dan Produser film pendek “Kaca Berkaca”