Perempuan yang Kupinjam Rahimnya untuk Melihat Dunia
Maret 16, 2011 at 4:44 pm 4 komentar
Saya ingin bercerita tentang Perempuan yg kupinjam rahimnya untuk melihat dunia.
Dia perempuan sederhana dan pekerja keras. Menjadi yatim saat usia remaja. Senyumnya melengkung manis, mampir di tiap hati. Kawannya banyak sepenjuru. Dia perempuan dengan ketulusan dewa. Tangan kanan memberi, tangan kiri tak boleh tahu. Dia catatkan itu dalam sanubariku. Sangat dalam merasuk jiwa. Kebaikan itu yang diturunkan dalam darahku, diajarkan di rumahku. Memberi dengan spontan. Tanpa rencana, tanpa ukuran, apalagi publikasi.
Perempuan itu tak segan menciumi semua lelaki yg pernah tinggal 9 bulan dalam tubuhnya, setiap mlm. Memastikan tak ada serangga, apalagi setan pengganggu. Dia yang tak pernah melarangku kala kecil, mencoret-coret seluruh tembok rumah, dengan garis2 tak karuanku dan meyakinkan sang kepala keluarga tak melarang juga.
Dia perempuan yg menumpangkan tanganya tiap mlm kepada semua lelaki darah dagingnya. Pun untuk meminta maaf. Sungguh perempuan pendoa dan tak pernah gengsi. Perempuan yg ku tahu pernah disudutkan dan dituduh tapi tak pernah keluar kutuk dari mulutnya.Ini yg buatku tak pernah mengutuk siapapun. Dia contoh hidupku.
Dia perempuan, pasangan lelaki panutanku. Mencintai dengan tulus, menghadapi hidup dengan mandiri. Dia ibuku. Separuh jiwaku. Yang siap membalut luka-lukaku.
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .
4 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
Evi | Maret 17, 2011 pada 6:02 am
jadi kangen almarhum mama…
2.
christianpramudia | Maret 17, 2011 pada 6:05 am
sabar ya, Evi.. Be Strong:)
3.
Evi | Maret 17, 2011 pada 7:44 am
i will Chris.. coz i have a great dad as my pilar..
4.
Wie | Oktober 28, 2011 pada 3:32 am
Suka banget bagus apik Dan bahasanya sangat pas untuk menggambarkan sosok seorang Ibu
, i love my mom :*